"Pelanggan anda yang paling tidak senang adalah sumber paling baik untuk belajar." Bill Gates - Microsoft
Banner


Gejala Kejang Demam dan terapinya

User Rating: / 6
PoorBest 

Darto Saharso
FK Unair/RSU Dr. Soetomo Surabaya

Kejang demam adalah bangkitan kejang yang terjadi karena kenaikan suhu tubuh (suhu rektal diatas 380C) yang disebabkan oleh suatu proses ekstrakranium. Belum jelas, kemungkinan dipengaruhi oleh faktor keturunan/genetik. Berikut gejala Kejang demam.

Ada 2 bentuk kejang demam, yaitu:

1. Kejang Demam Sederhana (Simple Febrile Seizure), dengan ciri-ciri gejala klinis sebagai berikut:

a.. Kejang berlangsung singkat, < 15 menit
b.. Kejang umum tonik dan atau klonik
c.. Umumnya berhenti sendiri
d.. Tanpa gerakan fokal atau berulang dalam 24 jam

2. Kejang Demam Komplikata (Complex Febrile Seizure), dengan ciri-ciri gejala klinis sebagai berikut:

a.. Kejang lama, > 15 menit
b.. Kejang fokal atau parsial satu sisi, atau kejang umum didahului kejang parsial
c.. Berulang atau lebih dari 1 kali dalam 24 jam

PEMERIKSAAN DAN DIAGNOSIS

* Anamnesis:
Biasanya didapatkan riwayat kejang deman pada anggota keluarga lainnya (ayah, ibu atau saudara kandung).

* Pemeriksaan neurologis:
Tidak didapatkan kelainan

* Pemeriksaan laboratorium:
Pemeriksaan rutin tidak dianjurkan, kecuali untuk mengevaluasi sumber infeksi atau mencari penyebab (darah tepi, elektrolit dan gula darah)

* Pemeriksaan radiologi:
X-ray kepala, CT Scan kepala atau MRI tidak rutin dan hanya dikerjakan atas indikasi

* Pemeriksaan cairan serebrospinal (CSS):
Tindakan pungsi lumbal untuk pemeriksaan CSS dilakukan untuk menegakkan atau menyingkirkan kemungkinan meningitis.

Pada bayi kecil, klinis meningitis tidak jelas, maka tindakan pungsi lumbal dikerjakan dengan ketentuan sebagai berikut:

1. Bayi < 12 bulan: diharuskan

2. Bayi antara 12-18 bulan: dianjurkan

3. Bayi > 18 bulan: tidak rutin, kecuali bila ada tanda-tanda menigitis

* Pemeriksaan elektroensefalografi (EEG):
Tidak direkomendasikan, kecuali pada kejang demam yang tidak khas (misalnya kejang demam komplikata pada anak usia >6 tahun atau kejang demam fokal)

DIAGNOSIS BANDING

· Meningitis

· Ensefalitis

· Abses otak

PENATALAKSANAAN

Penatalaksanaan kejang demam meliputi penanganan pada saat kejang dan pencegahan kejang.

1. Penanganan Pada Saat Kejang

· Menghentikan kejang: Diazepam dosis awal 0,3-0,5 mg/KgBB/dosis IV (perlahan-lahan) atau 0,4-0,6mg/KgBB/dosis REKTAL SUPPOSITORIA. Bila kejang masih belum teratasi dapat diulang dengan dosis yang sama 20 menit kemudian.

· Turunkan demam:

o Antipiretika: Paracetamol 10 mg/KgBB/dosis PO atau Ibuprofen 5-10 mg/KgBB/dosis PO, keduanya diberikan 3-4 kali perhari

o Kompres: suhu > 390C: air hangat; suhu >380C: air biasa

· Pengobatan penyebab: antibiotika diberikan sesuai indikasi dengan penyakit dasarnya

· Penanganan suportif lainnya meliputi:

o Bebaskan jalan nafas

o Pemberian oksigen

o Menjaga keseimbangan air dan elektrolit

o Pertahankan keseimbangan tekanan darah

2. Pencegahan Kejang

· Pencegahan berkala (intermiten) untuk kejang demam sederhana dengan Diazepam 0,3 mg/KgBB/dosis PO dan antipiretika pada saat anak menderita penyakit yang disertai demam · Pencegahan kontinu untuk kejang demam komplikata dengan Asam Valproat 15-40 mg/KgBB/hari PO dibagi dalam 2-3 dosis

PROGNOSIS

Apabila tidak diterapi dengan baik, kejang demam dapat berkembang menjadi:

· Kejang demam berulang

· Epilepsi

· Kelainan motorik

· Gangguan mental dan belajar

Share on facebook
Follow Us
Banner
Banner
Hit Kunjungan
500332
Hari ini193
Kemarin237
Minggu ini430
Total Kunjungan500332
Dollar Income..!!!
Powered by