"Tujuan dari setiap unit bisnis adalah untuk menciptakan pelanggan", (Peter Drucker)
Banner


Sikap Introvert Adalah Penyakit?

User Rating: / 13
PoorBest 

By :  Lex dePraxis

Semasa terlibat di Hitman System dahulu, saya selalu berurusan dengan para peserta workshop yang menganggap dirinya introvert sehingga sulit sukses, baik dalam pergaulan, romansa, karir, ataupun kehidupan pada umumnya. Mereka biasanya mengeluhkan kepribadiannya yang demikian, bersusah payah menerobos diri menjadi ekstrovert seperti para instruktur dan kisah-kisah alumni sukses lainnya. Sedikit sekali yang menyadari bahwa saya… adalah seorang yang introvert juga. 

Ketika mencoba googling, saya menemukan banyak info yang mengutip bahwa orang introvert menyentuh variasi rasio 25-40% dari populasi dunia. Itu artinya ada jauh lebih banyak orang yang berkepribadian ekstrovert. Sanford Cohn, seorang profesor di Arizona State University, juga menyimpulkan bahwa dunia ini lebih bersifat ekstrovert, dinilai dari begitu banyaknya pesan yang mendorong seseorang untuk memiliki keluwesan sosial agar dapat diterima oleh masyarakat.

Sesuai prinsip di atas dan menguji kemampuan analisis Anda, coba temukan sebanyak mungkin introvert dari 20 daftar acak nama tokoh publik berikut ini:

Warren Buffet, Clint Eastwood, George Lucas, Michele Pfeiffer, Steven Speilberg, Woody Allen, Tom Cruise, Julia Roberts, Meg Ryan, Christina Aguilera, Johnny Carson, Michael Jordan, Robert Deniro, Gwyneth Paltrow, Meryl Streep, David Letterman, Alfred Hitchcock, Thomas Edison, Harrison Ford, dan Bill Gates.

Jawabannya akan saya beri di akhir tulisan ini, jadi jangan mengintip ke bawah. Lakukan saja dulu, baru melanjutkan membaca.

Generalisasi dan stereotip diciptakan oleh manusia untuk mempermudah pemahaman akan sesuatu, namun sayangnya hal tersebut justru malah lebih sering memberikan efek buruk, seperti halnya tentang introversi dalam tulisan Enda, “Stigma masyrakat modern adalah selalu, ekstrovert baik, introvert buruk. Mereka dengan tipe personaliti ekstrovert akan lebih sukses daripada mereka yang introvert. Lebih populer, lebih punya banyak teman dan simplenya lebih bahagia dalam hidup.”

Seorang blogger lain juga ada menulis bahwa, “Introvert itu juga suka merendahkan diri alias benci atas keadaanya saat ini. Dia ingin jadi kaya orang laen, dan hati-hati lho karena orang introvert kadang bisa suicide kalo mengalami depresi yang sangat berat.”

Ada banyak persepsi miring yang harus dipikul oleh orang-orang yang merasa dirinya introvert, bahkan tidak sedikit orang yang menyerah kalah hanya karena terbayang betapa sulitnya untuk memaksakan diri menjadi ekstrovert. Introversi dianggap sebagai sebuah batasan, kelemahan, kecacatan.

Bagaimana kata para peneliti yang berkompeten di bidangnya?

Del Jones menulis Not All Successful CEOs Are Extroverts bahwa, “Introverts are not shy by definition, but they become drained by social encounters and need time alone to recharge. Introversion might be partially explained by culture, genetics and upbringing. More men are introverts than women. It seems counter-intuitive, but introverts and closet introverts populate the highest corporate offices, so much so that four in 10 top executives test out to be introverts.“
 
Jonathan Rauch menulis Caring For Your Introvert, “Are introverts arrogant? Hardly. I suppose this common misconception has to do with our being more intelligent, more reflective, more independent, more level-headed, more refined, and more sensitive than extroverts. Also, it is probably due to our lack of small talk, a lack that extroverts often mistake for disdain. We tend to think before talking, whereas extroverts tend to think by talking, which is why their meetings never last less than six hours.“
 
Laurie Pawlik menulis The Guide To Introversion, “Some introverts aren’t stereotypically shy and can strike up conversations with anyone. These introverts enjoy talking and listening to people, and going to parties and events. But most introverts would rather be at home. Introverts can find small talk easy but tiring – and sometimes boring. They’d rather have meaningful conversations about the depths of human souls and minds, but find few opportunities (those aren’t your usual conversations at water coolers or dinner parties!).“
 
Percayalah, Anda tidak perlu menjadi seorang ekstrovert untuk menjadi seseorang yang lebih sukses. Ekstroversi dan introversi tidak akan pernah menjadi tolak ukur sejauh mana Anda bisa berhasil menggapai impian.

Ketika jaman lossy dahulu, saya introvert. Sekarang, bertahun-tahun kemudian dan sebagai salah satu founder Solusi Romansa #1 di Indonesia, saya tetap menjadi pribadi yang introvert (walaupun sedikit sekali orang yang bisa melihat seperti itu). Jadi kepribadian introvert tidak pernah menjadi halangan bagi keberhasilan sosial dan romansa. Kepribadian introvert juga tidak menghalangi saya dalam public speaking dan kegiatan sejenisnya.

Jika Anda mendapati diri sebagai pembaca setia HS ataupun blog Unlocked ini, kemungkinan Anda merasa introvert dan gerah ingin memperbaikinya. Jawaban saya, tidak perlu, karena introversi bukanlah sebuah penyakit ataupun gangguan. Asalkan Anda bisa menemukan sumber energi yang tepat, Anda akan menemukan kesuksesan dalam bidang apapun dengan jiwa introvert tersebut.

“Introverts tend to get their energy from within, so being with people is draining. After a day filled with people or activities, introverts tend to feel exhausted and empty. To recharge their batteries introverts need to be alone reading, daydreaming, painting, or gardening – any solo activity fills them up again. This doesn’t mean introverts have to live alone in a cave in the hills; they just need quiet time to come back to themselves. The energy source for introverts is from within.“

Dan jawaban atas daftar selebritis di atas… seluruh keduapuluh nama itu adalah pribadi introvert berdasarkan hasil tes kepribadian Myers-Briggs Type Indicator.

Terkejut? Bagus. Sekarang giliran Anda untuk mengejutkan orang lain dengan prestasi Anda.

Artikel Terkait